Persyaratan & Prosedur Membuka Praktik Dokter Bersama

Apakah anda ingin membuka praktik mandiri dokter bersama teman? Perhatikan persyaratan berikut!

Praktik mandiri dokter adalah praktik dokter secara pribadi atau perorangan, baik dokter umum, dokter gigi, maupun dokter spesialis. Tempat praktik dilakukan di rumah sakit, puskesmas, puskesmas pembantu, atau klinik yang biasanya dilakukan di luar jam kerja dokter tersebut.

Praktik mandiri dokter Bersama dapat dikatakan sebagai bentuk kegiatan ekonomi yang dibuat dengan usaha bersama. Dimana dalam suatu tempat praktik dokter terdapat berbagai jenis dokter yang mempunyai spesialisasi berbeda di satu tempat yang sama.

Membuat tempat praktik mandiri dokter tidak boleh asal membuka, karena pada dasarnya sudah diatur dalam PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2052/MENKES/PER/X/2011 Berikut adalah persyaratan yang harus dimiliki :

Seperti mempunyai Surat Ijin Praktik (SIP), Surat Tanda Registrasi (STR), dan melakukan uji kompetensi. Pembuatan persyaratan-persyaratan tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis.

Selain persyaratan-persyaratan yang disebutkan sebelumnya, bentuk bangunan dari praktik dokter harus menunjukkan fungsi fasilitas kesehatan dan mempunyai ruang pendaftaran untuk menunjang kualitas Faskes yang Anda miliki.

Lalu, bagaimana mendapatkan SIP?

Baca disini untuk mendapatkan informasi lengkap SIP.

Menurut Permenkes No. 2052/Menkes/Per/X/2011 tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran, terdapat persyaratan administrasi, prosedur, dan lama waktu kerja yang dibutuhkan adalah 5 hari.

Ada  14 persyaratan administrasi yang harus dilengkapi, yaitu:

  • Mengisi surat permohonan ditujukkan ke kepala dinas kabupaten/kota setempat (asli bermatrai)
  • Surat pengantar dari kepala Puskesmas setempat
  • Fotokopi KTP 
  • Denah bangunan, air bersih & limbah, dan listrik
  • Denah lokasi/gambar situasi
  • Surat keterangan bangunan dan tanah
  • Daftar Ketenagaan
  • List sarana dan Prasarana
  • Surat ket. penggunaan sumber Air
  • Akta pendirian organisasi yang berbadan Hukum
  • Fotokopi ijazah dan SIP masing-masing dokter yang berpraktik
  • Fotokopi NPWP setiap dokter
  • Pas Photo 4x6cm = 2 lembar, 3x4cm = 1 lembar
  • Rekom dari organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Baca Juga :  6 Daftar Rumah Sakit Spesialis Jantung di Indonesia

Kemudian, setelah persyaratannya terpenuhi tahap berikut adalah prosedur, yaitu:

  • Mengisi formulir pengajuan izin
  • Penyerahan berkas
  • Di verifikasi oleh petugas
  • Berkas yang belum lengkap/ tidak memenuhi syarat akan dikembalikan dan kembali ke proses awal
  • Jika data sudah lengkap dan memenuhi syarat akan di proses selanjutnya dilakukan penilaian
  • Jika hasil visitasi / penilaian memenuhi syarat maka izin diproses, jika tidak maka penerbitan izin ditunda atau dibatalkan
  • Pencetakan izin dan paraf dari pihak berwenang
  • Tanda tangan kepala dinas yang mengeluarkan izin
  • Penomoran & Penyerahan izin kepada pemohon
  • Staf mengarsipkan izin

Sumber : trustmedis.com

Artikel anda ingin di muat di dailyhospital.id? Silahkan Register disini atau hubungi : halo@medicaltourism.id  untuk kerjasama & partnership

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *