9 Tanda Stres pada Anak

Tahukah kamu bahwa anak juga bisa mengalami stres? Ada sejumlah ciri-ciri anak stres. Kita ulas gejala stres pada anak di sini.

Layaknya orang dewasa, anak-anak juga terkadang merasakan stres. Namun, dalam kadar yang tepat, stres bisa menjadi pendorong diri yang positif ketika anak memiliki dukungan yang cukup.

Sebaliknya, ketika stres terlalu intens dan lama serta tidak ada dukungan keluarga, stres pada anak dianggap sebagai stres toksik.

Sayangnya, anak sering tidak gamblang atau mampu mengungkapkan bahwa ia mengalami stres.

Oleh karena itu, ciri-ciri anak stres umumnya lebih tercermin pada perilakunya. Demi mewujudkan kehidupan anak yang lebih seimbang dan sehat, kenalilah gejala stres pada anak sedini mungkin :

1. Mudah Tersinggung

Ketika anak mudah meledak emosinya dan mudah merasa tersinggung, mungkin ada yang tidak beres. Ciri stres pada anak sering ditampakkan sebagai perasaan marah dan iritabilitas.

Coba perhatikan ketika anak meledak emosinya pada hal-hal yang biasanya tidak mengganggunya.

Perubahan stabilitas emosi secara drastis dan mendadak tersebut perlu diwaspadai sebagai ciri-ciri anak sedang stres.

2. Menyendiri

Saat anak pulang sekolah dan langsung memalingkan kepala tanpa kontak mata, atau langsung masuk ke kamarnya tanpa mengobrol, kemungkinan besar ada suatu hal serius.

Waspadai juga kondisi anak stres ketika ia yang biasanya menghabiskan waktu bersama teman lalu mendadak menolak kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Spa Bayi Sangat Bermanfaat untuk Tumbuh Kembang Bayi

Ketika anak menjadi penyendiri, hati-hati telah terjadi stres yang cukup berat dalam diri anak.

3. Perubahan Sikap dan Mood

Ketika si kecil yang tadinya ceria dan mudah tertawa mendadak pendiam, ini bisa menjadi ciri-ciri anak stres.

Gejala perubahan sikap juga bisa terlihat dalam berbagai bentuk lainnya. Misalnya, anak yang tadinya hangat dan mudah bercerita tiba-tiba tampak merahasiakan serta berhati-hati dalam bicara.

Ciri-ciri lain yang bisa muncul misalnya si kecil yang biasanya bersemangat, berbalik menjadi tampak tidak bergairah hingga menolak hal-hal yang sebelumnya ia sukai.

4. Kemunduran Kemampuan

Usia yang berbeda akan memunculkan gejala stres yang berbeda pula pada anak. Khusus anak usia dini, kemunduran kemampuan juga menjadi salah satu tanda stres pada anak yang umum.

Misalnya, anak yang sebelumnya sudah lancar memakai toilet tiba-tiba sering mengompol lagi.

Anak-anak yang tadinya mampu bersabar tiba-tiba kembali sering tantrum juga perlu dicurigai sebagai gejala stres pada anak.

5. Sering Memiliki Keluhan Fisik

Waspadai adanya stres pada anak ketika ia tampak terlalu mudah mengalami gejala fisik. Ingat, ciri stres juga bisa tampak sebagai gejala pada fisik, lho.

Beberapa gejala fisik yang muncul akibat stres yaitu sakit kepala, nyeri ulu hati, mulas, hingga buang air besar encer.

Ada baiknya orangtua meminta evaluasi dokter terlebih dahulu sebelum memastikan apakah peningkatan frekuensi keluhan fisik benar-benar disebabkan oleh stres.

Baca Juga :  5 Manfaat Labu Kuning untuk MPASI

6. Sulit Tidur

Kesulitan tidur sepertinya sudah menjadi tanda stres yang umum dijumpai. Sebab, banyak orang dewasa yang juga mengalaminya ketika menghadapi stres.

Nah, gejala ini juga bisa dialami anak-anak ketika stres. Sebagai orangtua, berikan dukungan yang dibutuhkan anak, terutama dengan menjadi pendengar yang baik.

7. Kesulitan di Sekolah

Menurunnya performa anak di sekolah juga menjadi tanda stres pada anak yang mudah dilihat. Anak yang stres akan kesulitan untuk memfokuskan perhatiannya pada pelajaran.

Selain itu, bentuk kesulitan lain di sekolah misalnya sering terjadi konflik anak dengan temannya.

Adanya ketidakstabilan emosi akan mempersulit proses pertemanan anak di sekolah.

8. Perubahan Nafsu Makan

Adanya perubahan dalam nafsu makan juga bisa menjadi salah satu ciri anak stres.

Nafsu makan bisa berubah naik ataupun turun ketika seseorang merasakan stres.

Gejala yang lebih sering muncul dalam perubahan nafsu makan yaitu penurunan ketertarikan untuk makan.

Kondisi itu cukup berbahaya, mengingat asupan nutrisi yang kurang dapat memperburuk kemampuan tubuh anak dalam menghadapi stres tersebut.

Oleh sebab itu, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlama-lama.

9. Perubahan Perilaku ke Arah Negatif

Ada kalanya anak-anak yang mengalami stres justru tampak lebih nakal dibanding biasanya. Perilaku yang muncul misalnya anak lebih membangkang, keras kepala, dan menolak diatur.

Perilaku-perilaku itu seakan-akan memberikan kontrol atau kekuatan pada diri anak. Akhirnya, anak menikmati perilaku tersebut ketika merasa tidak berdaya.

Baca Juga :  3 Pengaruh Dot pada Kesehatan Gigi Anak

Nah, perilaku itu rentan membuat orangtua salah langkah. Anak dapat dianggap tidak sopan dan tidak menghargai orangtua.

Alih-alih didengarkan dan dipahami, anak malah mendapatkan hukuman. Ketika tidak mendapatkan ketenangan dan dukungan dalam menghadapi stres, bukan tidak mungkin anak malah bertambah kalut pikirannya.

Stres bisa sangat berbahaya bagi anak-anak. Stres yang terlalu intens, serius, dan dalam jangka panjang bisa membuat anak kewalahan serta mengganggu kesehatan mental dan fisiknya.

Pastikan anak memiliki rehat dari stres, mendapatkan dukungan keluarga yang cukup, serta didengarkan pemikiran dan perasaannya. Hal-hal tersebut membantu anak menghadapi stres.

Berikan pula serangkaian keterampilan menghadapi stres pada anak. Ada berbagai cara menangani stres, misalnya menarik napas dalam, bergerak, hingga meditasi.

Keterampilan itu dapat membantu anak menghadapi tiap momen stres dalam hidupnya.

 

Ditinjau oleh :

Source : klikdokter.com

Artikel anda ingin di muat di dailyhospital.id? Silahkan Register disini atau hubungi : halo@medicaltourism.id  untuk kerjasama & partnership

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *