Optimalisasi Produksi Alat Kesehatan Dalam Negeri Lewat Penyederhanaan Birokrasi di Dukung oleh Kemenkes

Kementerian Kesehatan terus berupaya mendorong kemandirian industri alat-alat kesehatan dalam negeri dengan memberikan dukungan bagi pelaku industri dalam negeri untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada sistem kesehatan di Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Dante Saksono Harbuwono mengunjungi salah satu pabrik pembuatan alat kesehatan PT Fyrom International di Bekasi Jawa Barat, Kamis (28/7).

Dalam peninjauan pabrikan ini Wamen Dante menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada PT Fyrom International yang telah ikut berkontribusi dalam melakukan transformasi di bidang kesehatan khususnya dalam pembuatan alat kesehatan dalam negeri.

“Kami menyambut baik apa yang sudah dilakukan oleh PT Fyrom International dengan turut melakukan resiliensi ketahanan kesehatan di dalam negeri. Kedepannya akan terus kami dukung. Hanya saja, beberapa hal yang musti kita kuatkan yakni turut menjadikan produk-produk dalam negeri ini bisa menjadi prioritas di dalam penggunaan pelayanan kesehatan di Indonesia serta dapat bersaing dengan produk luar negeri.” ujar Wamen Dante.

Dukungan terhadap industri alat kesehatan dalam negeri merupakan salah satu wujud nyata dari 6 pilar transformasi sistem kesehatan yang saat ini tengah dijalankan Kemenkes yakni transformasi sistem ketahanan kesehatan.

dr. Ole Mulyadi, CEO PT Fyrom International menyampaikan bahwa perusahaan yang berdiri sejak tahun 2010 ini telah berhasil menciptakan satu alat untuk membuka paru-paru bayi (resusitasi) yang hanya ada satu di dunia dan telah lolos uji profesi maupun Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan.

Baca Juga :  Mengenal Periksain.id, Aplikasi Kesehatan Pemesanan Laboratorium Online

Alat ini sudah tersebar di lebih dari 500 puskesmas hingga ke rumah sakit tipe A di 30 provinsi di Indonesia.

Selain itu, pihak PT Fyrom International juga mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan untuk bisa melakukan penyederhanaan peraturan sehingga dapat melakukan ekspor atas alat kesehatan buatan anak bangsa.

“Kami akan coba sederhanakan beberapa peraturan yang ada. Kunjungan pada hari ini membuktikan bahwa komitmen kami untuk menumbuhkan industri dalam negeri di bidang kesehatan itu sangat serius. Ini juga kita lakukan di beberapa tempat, yang nantinya akan ditindaklanjuti oleh Ditjen Farmalkes tentang bagaimana sistem birokrasi yang bisa kita sederhanakan sehingga produk-produk ini dapat diproduksi secara maksimal.” tutur Wamen.

Wamen Dante juga menyebutkan, pentingnya membangun kolaborasi dari berbagai pihak. Seperti halnya universitas, pelaku bisnis, dan pemerintah harus saling bekerjasama untuk dapat menyeimbangkan ekosistem tersebut.

Kolaborasi ini dapat menciptakan peluang-peluang untuk memperkuat ketahanan sistem kesehatan di Indonesia.

“Semoga karya PT Fyrom International tidak berhenti sampai di sini. Ini merupakan bagian dari produk anak negeri yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, sehingga dapat berkontribusi maksimal untuk memberikan pelayanan terhadap sistem kesehatan di Indonesia.” tutup Wamen.

Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (F).

Baca Juga :  Strategi Kemenkes untuk Bangkitkan Layanan Kesehatan Pasca Pandemi COVID - 19

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik

drg. Widyawati, MKM

Artikel anda ingin di muat di dailyhospital.id? Silahkan Register disini atau hubungi : halo@medicaltourism.id  untuk kerjasama & partnership

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *