Ternyata Mengonsumsi Makanan dalam Kemasan Bahaya Lho. Yuk Ketahui 6 Bahayanya!

“Dibalik kepraktisannya, ada bahaya yang perlu diwaspadai dari mengonsumsi makanan cepat saji dalam kemasan. Obesitas, tekanan darah tinggi, risiko stroke, usus tersumbat, dan diabetes adalah beberapa di antaranya.”

Rasanya yang lezat dan penyajiannya yang praktis membuat makanan dalam kemasan sering dikonsumsi oleh banyak orang.

Apalagi jika kamu punya jadwal yang padat dan tidak sempat memasak atau membeli makanan, mengonsumsi makanan cepat saji yang dibungkus dalam kemasan sering menjadi solusi yang dipilih.

Tapi, dibalik kepraktisannya, ada bahaya yang perlu diwaspadai dari mengonsumsi makanan cepat saji dalam kemasan.

Kandungan bahan pengawet dan bahan kimia lain di dalam makanan kemasan dapat meningkatkan beberapa risiko untuk kesehatan.

Bahaya Konsumsi Makanan dalam Kemasan 

Hampir semua orang pasti pernah mengonsumsi makanan dalam kemasan. Baik itu makanan ringan, jus, daging olahan, susu, dan masih banyak lagi.

Makanan dalam kemasan juga menjadi pilihan makanan para pekerja yang sibuk dan memiliki aktivitas yang padat dengan alasan kepraktisan.

Namun, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, makanan cepat saji dalam kemasan mengandung bahan-bahan kimia seperti pewarna makanan, MSG, asam benzoat, formalin (pada makanan tertentu) dan lilin untuk melapisi makanan agar tidak lengket.

Ada beberapa bahaya mengonsumsi makanan dalam kemasan terlalu sering, apa sajakah itu?

1. Meningkatkan Tekanan Darah 

Makanan dalam kemasan mengandung kadar garam dan MSG yang sangat tinggi. Makanya kebanyakan makanan dalam kemasan terasa gurih dan enak saat disantap.

Baca Juga :  Manfaat Biji Pepaya bagi Kesehatan Tubuh

Nah, jika dikonsumsi terlalu banyak dan sering, ini bisa meningkatkan tekanan darah, dan membuat menyebabkan jantung bekerja lebih keras.

Pembuluh darah juga akan menyempit yang menjadi pemicu lain tekanan darah meningkat.

2. Berisiko Terkena Kanker

Jika kamu terlalu sering mengonsumsi makanan dalam kemasan, maka bahan-bahan kimia yang terkandung di dalamnya akan menumpuk di jaringan tubuh.

Dampaknya memang tidak akan timbul secara langsung, namun bahan kimia yang sulit dinetralisi oleh tubuh lama kelamaan akan menggumpal dan menjadi embrio kanker.

3. Menyebabkan Stroke

Kebanyakan makanan dalam kemasan mengandung garam nitrat dan garam nitrit. Mengonsumsi kedua jenis garam ini secara berlebihan dapat menyumbat aliran darah dan mengganggu kelancaran fungsi arteri.

Jika kamu menyepelekannya dan tetap terus mengonsumsi makanan dalam kemasan, maka fungsi pembuluh arteri akan tersumbat sehingga menimbulkan gejala stroke ringan.

4. Menyebabkan Usus Tersumbat

Sebagian besar bahan pokok makanan dalam kemasan terbuat dari karbohidrat. Kandungan ini jika dicampur dengan bahan kimia yang lain maka dapat menempel pada dinding usus.

Terlalu sering mengonsumsi makanan dalam kemasan akan menyebabkan usus tersumbat ataupun terluka.

5. Meningkatkan Risiko Diabetes

Minuman yang dikemas dalam kaleng memiliki kandungan gula yang sangat tinggi. Selain itu, ada juga makanan dan minuman dalam kemasan yang mengandung tambahan pemanis buatan, yaitu sirup jagung tinggi fruktosa.

Baca Juga :  Ternyata Bersepeda Memiliki Manfaat bagi Kesehatan Tubuh Lho! Yuk Simak

Jenis pemanis buatan tersebut telah dikenal sebagai penyebab diabetes.

Selain itu, mengonsumsi minuman berkadar gula tinggi terlalu sering juga dapat menyebabkan resistensi insulin, sehingga gula darah dalam tubuh meningkat dan kamu berisiko terkena diabetes tipe 2.

6. Rentan Mengalami Obesitas

Makanan dalam kemasan rata-rata memiliki rasa yang lezat dan gurih, sehingga membuat orang suka dan ketagihan mengonsumsinya. Tanpa sadar, kamu bisa makan hingga berbungkus-bungkus atau berkaleng-kaleng.

Padahal, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kandungan gula dan lemak trans pada makanan dalam kemasan sangat tinggi.

Terlalu sering dan terlalu banyak mengonsumsinya, bisa membuat berat badan bertambah, bahkan mengalami obesitas.

Itulah sebabnya, makanan dalam kemasan tidak termasuk dalam makanan sehat. Ini karena mereka dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan, sehingga kamu disarankan untuk tidak terlalu sering mengonsumsinya.

Jika ingin tetap sehat, beralihlah ke makanan yang bergizi agar kesehatan tubuhmu tetap terjaga.

Kurangi Makanan Kemasan, Perbanyak Makanan Sehat Alami

Makanan dalam kemasan memang memiliki cita rasa gurih serta praktis dalam penyajian. Namun, kamu perlu mengubah pemahaman demikian dan menggantinya dengan perspektif yang lebih sehat.

Buat kamu yang tidak bisa lepas dari makanan kemasan, berikut ini adalah tips untuk beralih ke makanan yang lebih sehat.

1. Menjadi Kreatif

Kamu bisa mengolah makanan sehat menjadi lebih baik penampilannya dengan berbagai cara.

Baca Juga :  Kemenkes Menyatakan Indonesia Masih Aman dari Cacar Monyet, Hasil 10 Suspek Negatif

Misalnya, membuat keripik dari sayuran atau memanggang wortel, lobak sampai renyah.

2. Minum Lebih Banyak Air

Minuman manis seperti soda, teh manis, jus buah, dan minuman olahraga mengandung gula dan kalori yang tinggi tetapi rendah nutrisi penting.

Cobalah untuk mulai meninggalkan minuman manis, dan secara bertahap beralih ke mengonsumsi air putih lebih banyak.

3. Makan Lebih Banyak Sayuran

Saat hendak menyiapkan makanan di rumah, sertakan setidaknya satu porsi sayuran untuk meningkatkan asupan makanan sehat alami.

Sebenarnya ini sangat mudah, kamu tinggal menambahkan bayam ke telur orak-arik, menumis brokoli untuk lauk sederhana, atau memasukkan wortel atau kembang kol ke dalam sup.

4. Sarapan Lebih Sehat 

Cobalah untuk menukar sarapan manis dan ekstra karbohidrat dengan semangkuk oatmeal dengan buah segar.

Kamu juga bisa sarapan salad dan menaburkan kacang atau biji-bijian di atasnya. Nah, selamat mencoba ya!

 

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Source : halodoc.com

Artikel anda ingin di muat di dailyhospital.id? Silahkan Register disini atau hubungi : halo@medicaltourism.id  untuk kerjasama & partnership

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *