Pengembangan Teknologi Stem Cell di Indonesia Didukung Oleh Kemenkes

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendukung pengembangan teknologi pengobatan mutakhir stem cell atau sel punca, yang masih minim di Indonesia.

Hal ini disampaikannya dalam Webinar dan Workshop Stem Cell Batch ke-17 yang bertajuk “Multidicipline Approach of Stem Cell Therapy”, yang digelar Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga (UNAIR).

Selain Menkes, turut juga hadir Ketua Komite Sel Punca Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Amin Soebandrio. Menkes Budi Gunadi menjelaskan, Kemenkes RI merespon positif adanya upaya pengembangan teknologi sel punca.

“Melalui adanya pandemi, Kemenkes menyadari bahwa diperlukan adanya transformasi terhadap sistem kesehatan Indonesia khususnya peningkatan teknologi kesehatan. Oleh karena itu, adanya teknologi baru akan selalu kami respon dengan penuh keterbukaan,” kata Budi Gunadi dalam Webinar yang digelar, Jumat (29/7/2022).

Budi Gunadi menjelaskan, upaya pengembangan teknologi sel punca ini sejalan dengan enam transformasi kesehatan yang dicanangkan oleh Kemenkes salah satunya transformasi teknologi kesehatan.

“Jika nanti memang riset sudah sesuai dengan prosedur dan etik yang yang ada serta hasil health assessment juga dikatakan layak, maka adopsi teknologi sel punca sebagai layanan kesehatan Indonesia bisa segera diwujudkan,” tuturnya.

Kemudian, dalam pidato pembukaannya, Rektor UNAIR Mohammad Nasih menyampaikan harapannya, agar ada lebih banyak kolaborasi yang sinergis antara banyak pihak dan disiplin ilmu dalam upaya pengembangan sel punca.

Baca Juga :  Cara Menggunakan Tensimeter Digital

Menurut Nasih, di samping banyaknya manfaat medis yang bisa diberikan oleh pengembangan teknologi sel punca, muncul juga resiko terkait dengan keamanan, efikasi, dan etik.

“Karenanya diperlukan adanya kolaborasi yang sinergis dari banyak pihak dan disiplin ilmu dalam pengembangan teknologi sel punca guna menekan tingkat resiko yang ditimbulkan. Jadi Setidaknya kita bisa mengurangi tingkat resiko menjadi sebanding dengan manfaat yang diberikan apabila sel punca ini nantinya dapat menjadi layanan kesehatan di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Webinar Purwati menjelaskan, acara webinar yang diadakan pada 26-27 Juli itu merupakan ajang kerjasama yang dilangsungkan antara Kementerian Kesehatan, Komite Nasional Sel Punca Indonesia, AWMI dan IDI.

Beliau juga menjelaskan bahwa tujuan dari workshop ini adalah untuk mendukung penyelenggaraan stem cell di Indonesia supaya tidak terjadi capital flight di bidang stem cell.

“Selain itu, tujuan dari workshop ini juga adalah untuk mendidik sumber daya manusia di bidang teknologi seluler dan molekuler untuk dapat mengembangkan dan mengaplikasikan di institusinya ataupun di laboratorium, sehingga dapat mengembangkan riset translasional untuk percepatan aplikasi di klinik mapun di rumah sakit,” tutur Purwati.

Purwati yang juga Ketua Stem Cell Research and Development Center Universitas Airlangga menjelaskan, workshop kali ini mendapat sambutan yang sangat antusias dari masyarakat.

“Workshop ini kami bagi menjadi dua gelombang, karena minat peserta yang tinggi. Totalnya untuk webinar dan workshop ada 292 peserta yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Kami harapkan, workshop ini bisa membawa manfaat semaksimal mungki bagi pengembangan teknologi sel punca di Indonesia,” katanya.

Baca Juga :  Kemenkes Beri Penghargaan Bagi Para Inovator Kesehatan untuk Mendukung Transformasi Digital Kesehatan

 

 

Artikel anda ingin di muat di dailyhospital.id? Silahkan Register disini atau hubungi : halo@medicaltourism.id  untuk kerjasama & partnership

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *