ASN Kemenkes Memberikan Inovasi Baru Untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan

Sekretaris Jenderal, Kunta Wibawa Dasa Nugraha menyebutkan bahwa pandemi telah mendorong semua sektor termasuk sektor kesehatan untuk melakukan adaptasi dengan sangat cepat.

Untuk itu dibutuhkan SDM yang kreatif dan inovatif untuk melakukan penanganan COVID-19 dan pengembangan ekosistem layanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien.

“Inovasi bisa lahir melalui perencanaan maupun keterpaksaan. Musibah pandemi COVID-19 adalah contoh pembelajaran, dimana kita dipaksa untuk berpikir secara cepat dan kreatif. Jadi kita harus bisa mengembangkan ide-ide baru dan menemukan cara-cara baru untuk memandang masalah menjadi peluang,” kata Sekjen Kunta saat menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Kompetisi Inovasi ASN Kementerian Kesehatan Tahun 2021 di Ruang J. Leimena, Kantor Kemenkes RI, Jakarta, Rabu pagi (10/8).

Ajang Kompetisi Inovasi ASN Kementerian Kesehatan digelar dalam rangka mendorong Aparatur Sipil Negara Kementerian Kesehatan untuk menciptakan ide atau karya inovatif dalam pelaksanaan program maupun budaya kerja di lingkungan Kementerian Kesehatan.

Kompetisi ini diselenggarakan secara rutin setiap tahun, yang dapat diikuti secara terbuka oleh seluruh ASN Kemenkes, melalui tahapan seleksi dan penilaian.

Dilaksanakan pada bulan September 2021 s.d bulan November 2021, kini Tahapan Kompetisi Inovasi telah memasuki babak akhir yakni penetapan pemenang kompetisi.

Berdasarkan hasil penilaian dari Tim Penilai dan Tim Juri, telah ditetapkan 6 pemenang, diantaranya :

Kategori Ide Inovasi Terbaik

1. Agus Suharto, S.Kep.Ners dan dr. Zakiah Novianti, Sp.P dari RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dengan judul inovasi “TB Dalam Genggamanku”

Baca Juga :  Upaya Kemenkes dalam Menurunkan Stunting di Indonesia

Kategori Karya Inovatif Terbaik

1. TEMA : Inovasi Pelayanan Publik Bidang Manajemen dan Tata Kelola Pemerintahan dari RS Jiwa Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor dengan judul inovasi SIMANDATURI (Sistem Manajemen Data Mutu Terintegrasi)

2. TEMA : Inovasi Pelayanan Publik Bidang Pelayanan Kesehatan oleh Umi Kalsum, SKM dari RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta dengan judul inovasi SI TEKNO (Aplikasi Mandiri, Terukur dan Efisien dalam Pemantauan Ketersediaan Air, Solar, Boiler dan Pengendalian Lampu melalui Pemanfaatan Internet of Things)

3. TEMA : Inovasi Pelayanan Publik Bidang Kesehatan Masyarakat oleh RS Jiwa Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor dengan judul inovasi Si OpA (Strategi Optimalisasi Advokasi).

4. TEMA : Inovasi Produk Kesehatan oleh Bambang Dwiputra, Sp.JP, Dr. dr. Basuni Radi, Sp. JP (K), Dr. Ade Maidian Ambari, Sp dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta dengan judul inovasi HARKIT I-Care : Inovasi Digital Pencegahan Penyakit Jantung.

5. TEMA : Inovasi Budaya Kerja oleh Dede Mulyadi, SKM, M.Kes, CRMP dari Sekretariat Inspektorat Jenderal dan drg. Diah Nursanti Imron, MARS, HCMC dari Pusat Pengembangan Kompetensi ASN dengan judul inovasi “PRO-MAKSI” Membentuk Budaya Organisasi Pembelajar.

Atas capaian yang telah diraih, masing-masing pemenang mendapatkan piagam penghargaan, trofi penghargaan dan uang tunai sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menjadi pemenang inovasi terbaik.

Baca Juga :  Vaksinasi COVID - 19 Booster yang ke - 2 bagi Tenaga Kesehatan Diberikan Jumat (29/7)

“Selamat kepada para Pemenang Kompetisi Inovasi ASN Kementerian Kesehatan Tahun 2021 atas capaian inovasi terbaiknya. Semoga dapat terus ditingkatkan, diimplementasikan dan menjadikan inspirasi bagi seluruh ASN Kementerian Kesehatan,” kata Sekjen Kunta dalam sambutannya.

Sekjen berharap inovasi-inovasi tersebut tidak berhenti sampai di tataran ide maupun gagasan saja, namun harus dapat diimplementasikan secara konkrit bagi peningkatan pelayanan kesehatan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan untuk masyarakat luas.

“Saya berharap karya inovasi ASN Kementerian Kesehatan bukan hanya berguna di lingkungan Kementerian Kesehatan saja, tetapi dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia, bahkan tidak menutup kemungkinan karyanya dapat digunakan di tingkat internasional,” tutup Sekjen.

Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (MF)

Artikel anda ingin di muat di dailyhospital.id? Silahkan Register disini atau hubungi : halo@medicaltourism.id  untuk kerjasama & partnership

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *