CapCay Dijadikan Menu Diet, Apakah Bisa?

“Setiap 100 gram porsi capcay dapat mengandung kalori sebanyak 97 kkal yang terbilang cukup tinggi. Namun, kamu tetap dapat mengurangi asupan kalori yang masuk pada tubuhmu, saat mengonsumsi makanan ini.”

Capcay merupakan salah satu chinese food yang memiliki banyak peminat, khususnya di Indonesia. Selain rasanya yang lezat, makanan yang satu ini juga diketahui sebagai salah satu makanan sehat.

Sebab, masakan ini dibuat dari aneka macam sayuran, dan sumber protein seperti udang, atau cumi. Berdasarkan bahannya, capcay diketahui memiliki nutrisi yang baik, sehingga kerap dijadikan sebagai salah satu menu diet.

Namun, bisakah capcay dijadikan sebagai menu diet? Yuk, ketahui faktanya di sini!

Ketahui Dulu Kandungan Nutrisinya

Capcay banyak jenisnya, sehingga penyajiannya dapat memiliki bahan yang berbeda.

Kendati demikian, secara umum, resep masakan capcay akan terdiri dari beberapa bahan dari sayuran segar seperti sawi putih, wortel, kembang kol, brokoli, dan lain sebagainya.

Perlu diketahui bahwa setiap 100 gram porsi capcay, dapat mengandung nutrisi berikut :

  • Energi: 97 kkal 4.51 persen kebutuhan harian;
  • Lemak total: 6.30 gram, atau 9.40 persen kebutuhan harian;
  • Vitamin A: 44.50 mikrogram atau7.42 persen kebutuhan harian;
  • Kandungan vitamin B1: 0.21 miligram atau 21 persen kebutuhan harian;
  • Vitamin C: 1 miligram atau 1.11 persen kebutuhan harian;
  • Karbohidrat total: 4.20 gram 1.29 persen kebutuhan harian;
  • Protein: 5.80 gram atau 9.67 persen kebutuhan harian;
  • Serat pangan: 0.60 gram atau 2 persen dari kebutuhan harian;
  • Kalsium: 287 miligram atau 26.09 persen dari kebutuhan harian;
  • Fosfor: 89 miligram atau setara dengan 12.71 persen kebutuhan harian;
  • Natrium: 405 miligram atau setara dengan 27 persen kebutuhan harian;
  • Besi: 1.80 miligram yang setara dengan 8.18 persen kebutuhan harian.
  • Air: 82.70 gram.
Baca Juga :  Kenali Beberapa Manfaat Infused Water Lemon untuk Kesehatan

Apakah Capcay Dapat Dijadikan Menu Diet?

Capcay memang terlihat menyehatkan, karena bahan-bahannya yang didominasi oleh sayuran, yang tinggi akan serat dan baik untuk diet.

Namun, seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya, ternyata kandungan kalori capcay cukup tinggi. Sebab, setiap 100 gram porsi capcay dapat mengandung kalori sebanyak 97 kkal yang terbilang cukup tinggi jika dikonsumsi semangkuk penuh.

Maka dari itu, capcay sebaiknya tidak dijadikan sebagai menu diet yang utama. Namun, kamu tetap dapat mengurangi asupan kalori yang masuk pada tubuhmu, saat mengonsumsi makanan ini.

Caranya pun cukup mudah, yaitu pastikan untuk mengonsumsi satu porsi capcay bersama dengan anggota keluarga lainnya. Hal ini tentunya dapat mengurangi kalori yang masuk ke dalam tubuh dalam waktu bersamaan.

Jangan Lupakan Manfaatnya

Meski tinggi akan kalori, nyatanya bahan-bahan capcay juga memiliki kandungan gizi dan vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh. Sebagai contoh,  sayuran seperti wortel pada capcay kaya akan vitamin A dan dapat memberikan berbagai manfaat.

Contohnya seperti meningkatkan penglihatan dan kesehatan mata yang baik, menjaga sistem kekebalan tetap kuat, menjaga kesehatan kulit hingga menjaga kesehatan selaput lendir pada tubuh.

Selain itu, kembang kol juga merupakan sayuran yang lazim ditemukan pada semangkuk capcay. Perlu diketahui bahwa kembang kol juga dapat memberikan beragam manfaat. Sebab, kembang kol  mengandung vitamin penting seperti vitamin B1, B2, C, dan vitamin K.

Baca Juga :  Cara Mudah Untuk Menghilangkan Kecanduan Fast Food

Itulah penjelasan mengenai pertanyaan bisakah capcay dijadikan sebagai menu diet. Mengingat kalorinya yang cukup tinggi, jika dikonsumsi semangkuk penuh, makanan ini sebaiknya tidak dijadikan sebagai menu diet yang utama.

Namun, kamu dapat mengonsumsinya sebagai lauk bersama dengan anggota keluarga lain. Hal ini dapat membantu mengurangi asupan kalori yang masuk ke dalam tubuhmu, sehingga diet dapat berjalan secara optimal.

Artikel anda ingin di muat di dailyhospital.id? Silahkan Register disini atau hubungi : halo@medicaltourism.id  untuk kerjasama & partnership

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *