Kenali Beberapa Jenis Penyakit Nyeri Pada Tubuh

Penyakit Nyeri Pada Tubuh

Siapa yang tak pernah merasakan nyeri? Sensasi tidak menyenangkan ini sudah dirasakan setiap orang bahkan sejak bayi. Nyeri sendiri bukanlah sebuah diagnosis penyakit melainkan pertanda atau alarm akan adanya sesuatu yang dalam tubuh. Biasanya hal tersebut dianggap berbahaya.

Penyakit Nyeri pada Punggung
Penyakit Nyeri pada Punggung

International Association for the Study of Pain mendefinisikan nyeri sebagai sebuah pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan yang berhubungan dengan adanya potensi cedera. Karena menyangkut faktor emosional, nyeri seringkali bersifat individual dan subyektif, dan setiap orang mengalami hal yang berbeda beda.

Beberapa pembagian jenis nyeri, diantaranya :

Berdasarkan waktu berlangsungnya.

Bagian tubuh yang terlibat.

Proses terjadinya.

Berdasarkan waktu, nyeri dibedakan menjadi :

Nyeri akut (terjadi selama kurang dari 2 minggu).

Nyeri subakut (antara 2 minggu hingga 3 bulan).

Nyeri kronikkronik (lebih dari 3 bulan (>12 minggu)).

Berdasarkan bagian tubuh yang terlibat. Nyeri dibedakan berdasarkan organ tubuh yang terlibat atau yang mengalami nyeri. Misalnya :

Nyeri dada.

Nyeri perut.

Nyeri gigi.

Nyeri tungkai.

Nyeri otot.

Berdasarkan proses terjadinya, nyeri dibedakan menjadi :

Nyeri nosiseptif

Nyeri nosiseptif terjadi bila ada kerusakan jaringan tubuh. Seseorang dengan nyeri nosiseptif akan mengalami nyeri yang bersifat tajam, kadang terasa seperti ditusuk, dapat dirasakan sepanjang waktu (konstan) atau hilang timbul. Contohnya adalah nyeri saat cedera otot akibat olahraga dan nyeri pada radang sendi.

Baca Juga :  5 Cara Membiasakan Gaya Hidup Sehat pada Anak

Nyeri neuropatik

  Nyeri neuropatik bila ada kerusakan saraf. Penderita umumnya mengeluhkan sensasi kesemutan, ditusuk-tusuk jarum, rasa terbakar, hingga rasa seperti disetrum. Contohnya adalah nyeri tungkai pada penderita diabetes.

Nyeri psikogenik

  Nyeri psikogenik disebabkan karena kondisi psikologis pasien dan menyebabkan kecemasan, stress, hingga depresi.

Berbeda jenis nyeri, berbeda pula penanganannya. Bila nyeri yang dirasakan ringan, dapat mengonsumsi antinyeri. Namun, pada kondisi nyeri otot ringan, misalnya, maka dapat menggunakan antinyeri topikal (oles) dengan kandungan methyl salycilate terlebih dahulu sebagai penanganan awal nyeri.

Namun, bila nyeri menetap atau sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasi dengan dokter agar diketahui penyebab nyeri dan penanganan yang tepat.

Oleh : dr. Koemalawati Widjaja, SpS – RS. Husada Utama

Artikel anda ingin di muat di dailyhospital.id? Silahkan Register disini atau hubungi : halo@medicaltourism.id  untuk kerjasama & partnership

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *