Kenali Beberapa Jenis Obat Hipertensi yang Paling Efektif

Wanita_Cek_Hipertensi

Hipertensi terjadi ketika kadar tekanan darah dalam pembuluh arteri melampaui batas normal. Kondisi ini sering dijuluki silent killer karena datang tanpa gejala. Meski demikian, hipertensi bisa berakibat fatal dan menimbulkan penyakit serius seperti jantung dan stroke.

Jenis Jenis Obat Hipertensi
Jenis Jenis Obat Hipertensi

Jenis Obat Hipertensi yang Paling Efektif

Melansir dari American Heart Association, berikut jenis obat-obatan untuk menangani hipertensi:

1. Diuretik

Obat ini bekerja dengan membuang kelebihan natrium (garam) dan air untuk mengontrol tekanan darah. Penggunaan diuretik sering dikombinasikan dengan terapi lainnya.

Diuretik tergolong aman dan minim efek samping. Umumnya, obat ini hanya menyebabkan kram kaki. Hal ini disebabkan karena diuretik mampu menurunkan kadar potasium dalam tubuh. Namun, kondisi tersebut bisa dicegah dengan mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan potasiumnya.

2. ACE inhibitor

Angiotensin adalah bahan kimia yang dapat menyempitkan arteri, terutama di bagian ginjal. Nah, angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor membantu tubuh memproduksi lebih sedikit angiotensin agar pembuluh darah rileks dan terbuka. Dengan demikian, tekanan darah bisa lebih stabil.

Namun, ACE inhibitor pantang digunakan untuk ibu hamil. Obat-obatan bisa membahayakan ibu dan bayi selama kehamilan. Risikonya berupa tekanan darah rendah, gagal ginjal parah, kelebihan kalium (hiperkalemia) dan bahkan kematian bayi baru lahir.

3. Angiotensin II receptor blockers (ARB)

Mirip seperti ACE inhibitor, obat ini memblokir efek angiotensin. Bahan kimia tersebut membutuhkan reseptor untuk mempersempit pembuluh darah. Nah, ARB bekerja dengan cara memblokir reseptor tersebut sehingga angiotensin gagal menyempitkan pembuluh darah.

Baca Juga :  Di Indonesia Ternyata Kasus Cacar Monyet Belum Ditemukan

ARB tidak boleh digunakan selama kehamilan karena dapat menyebabkan cedera atau bahkan kematian pada janin yang sedang berkembang.

4. Calcium channel blockers

Obat ini mencegah kalsium memasuki sel otot polos jantung dan arteri. Ketika kalsium memasuki sel-sel tersebut, otot jantung dan arteri dapat berkontraksi lebih keras.

Nah, calcium channel blockers bekerja dengan mengurangi kalsium supaya kontraksi tidak terlampau kuat. Alhasil, otot arteri dan jantung menjadi lebih rileks dan aliran darah semakin lancar.

5. Alpha blockers

Obat-obatan ini mengurangi kontraksi arteri yang terlalu kuat dan mengendurkan tonus otot dinding pembuluh darah. Dengan demikian, tekanan pembuluh darah bisa lebih stabil.

6. Alpha-2 Receptor Agonists

Alpha-2 receptor agonists menstabilkan tekanan darah dengan cara menurunkan aktivitas bagian simpatis (penghasil adrenalin) dari sistem saraf. Obat ini sering diresepkan pada ibu hamil karena minim efek samping.

7. Central agonist

Central agonist juga membantu mengurangi kemampuan pembuluh darah untuk menegang atau berkontraksi. Efek samping dari pemakaian obat tergolong ringan, yaitu berupa kantuk, lesu, mulut kering, atau demam.

8. Beta blocker

Obat ini bekerja dengan cara mengurangi detak jantung, beban kerja jantung dan output darah jantung untuk menurunkan tekanan darah. Beta blocker sering diresepkan ketika obat diuretik tidak bekerja dengan baik. Jenis beta blocker yang sering digunakan meliputi atenolol, bisoprolol, carvedilol, labetalol, metoprolol, dan nebivolol.

Baca Juga :  7 Jenis Depresi yang perlu kamu ketahui

Nah itulah beberapa jenis obat paling ampuh bagi penderita hipertesni. Jika kamu punya pertanyaan lain seputar obat ini, hubungi dokter terdekat didaerah rumah anda. Agar anda bisa mendapatkan rekomendasi jenis obat apa yang cocok untuk penanganan Hipertensi anda sendiri.

Artikel anda ingin di muat di dailyhospital.id? Silahkan Register disini atau hubungi : halo@medicaltourism.id  untuk kerjasama & partnership

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *