Apa itu Rekam Medis Elektronik? Ini Penjelasan, Fungsi dan Manfaatnya bagi Klinik dan Faskes

Rekam Medis adalah berkas, catatan, dan dokumen tentang pasien yang berisi identitas, pemeriksaan, pengobatan, tindakan medis lain pada sarana pelayanan kesehatan untuk rawat jalan, rawat inap baik dikelola pemerintah maupun swasta (Permenkes No.209/MENKES/PER/III/2008).

Rekam medis menjadi salah satu hal penting bagi fasilitas pelayanan kesehatan karena berkas berisi catatan lengkap serta identitas pasien, seperti:

  • Identitas pasien
  • Informasi klinis
  • Riwayat medis
  • Transfer rekam medis dan rujukan

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, rekam medis konvensional yang biasanya berupa kertas, kini sudah tersedia rekam medis elektronik yang menghadirkan beragam fitur dan kemudahan.

Apa itu Rekam Medis Elektronik?

Rekam Medis Elektronik adalah Rekam Medis yang dibuat dengan menggunakan sistem elektronik. Sistem ini menjadi gudang penyimpanan informasi elektronik berisi status kesehatan dan layanan kesehatan yang diperoleh pasien sepanjang hidupnya.

Sistem digital ini tentunya akan membantu staf, dokter dan tenaga kesehatan untuk mengelola data pasien lebih mudah. Selain itu, pasien juga dapat mengakses data kesehatan mereka, sehingga ketika dibutuhkan, pasien tidak perlu bingung meminta data fisik atau memberikan riwayat kesehatan lagi.

Apa Manfaat Menggunakan RME?

Medical examination report

Selain kemudahan, banyak manfaat yang bisa kita rasakan dengan penggunaan rekam medis elektronik. Kemudahan dan manfaat ini tidak hanya bisa dirasakan oleh staf dan tenaga medis, tapi juga dapat dirasakan oleh pasien. Berikut manfaat penggunaan RME di klinik dan faskes.

Baca Juga :  Cara Menggunakan Tensimeter Digital

1. Efisien dan tidak menghabiskan banyak tempat

Pernah melihat tumpukan kerja atau dokumen di klinik yang memakan tempat? Bahkan banyak klinik harus menyediakan tempat penyimpanan seperti lemari atau ruangan khusus untuk menyimpan data pasien.

Rekam medis konvensional membutuhkan banyak kertas untuk mencatat setiap kondisi dan keluhan pasien saat kunjungan. Belum lagi jika dokumen menumpuk bertahun-tahun dan sulit dicari, sehingga pasien harus mendaftar ulang. Tentu akan semakin banyak dokumen ganda.

Adanya Rekam Medis berbasis elektronik akan membantu untuk penyimpanan data-data pasien secara efisien dan terintegrasi. Setelah terintegrasi dalam satu aplikasi klinik, semua data pasien bisa tersimpan dengan baik, tanpa ada data ganda.

2. Praktis bagi Pasien dan Klinik dan Faskes

Penggunaan sistem digital akan memudahkan pendistribusian dokumen pasien saat berobat antar klinik dan faskes. Pasien yang sudah mendaftar secara digital dapat dipergunakan untuk proses pengobatan berlanjut di mana pun dan kapan pun.

Misalnya pasien yang berdomisili di Pulau Jawa dan suatu waktu membutuhkan tindakan medis di Luar Pulau Jawa, maka seluruh data medis yang telah terdaftar akan tersimpan dan terintegrasi satu sama lain. Pasien pun tidak perlu lagi melakukan check-up atau memberikan informasi berulang kepada pihak faskes.

Dengan demikian, klinik dan fasilitas kesehatan lainnya di Indonesia mudah mengakses informasi pasien.

3. Mempercepat pelayanan

Baca Juga :  Kao Indonesia Luncurkan Platform Edukasi Digital Bersama Kemenkes

Pasien berobat jalan yang mungkin harus menjalani tindakan medis di berbagai tempat, pasti akan kesulitan jika harus membawa berkas atau dokumen riwayat kesehatan.

Hal ini tentu mengakibatkan keterlambatan distribusi data pasien yang berimbas pada penundaan pelayanan dan tindakan kesehatan untuk pasien.

Padahal idealnya, pelayanan dan tindakan medis yang dibutuhkan pasien harus tepat sasaran dan tidak boleh tertunda. Salah satu kemudahan yang diberikan rekam medis adalah membantu mempercepat pelayanan pasien.

4. Semua tulisan jelas terbaca

Pernah kesulitan membaca data medis yang tertulis? Atau pernah menerima resep yang tulisannya sulit dibaca? Itulah dampak yang bisa dirasakan penggunaan sistem konvensional.

Sistem berbasis digital tentu akan membantu dokter atau petugas kesehatan lain melakukan input data lewat ketikan, sehingga semua tulisan jelas terbaca oleh pasien dan proses pengkodean penyakit berjalan lancar. Dengan begitu, kesalahan bisa dihindari dan diminimalisir.

5. Pencarian data lebih mudah dilakukan

Pernah mengalami kesulitan menemukan data pasien di tumpukan dokumen? Alhasil, staf klinik harus mengisi data pasien lagi yang menyebabkan dokumen ganda.

Kesulitan ini bisa diatasi dengan aplikasi klinik. Staf klinik cukup mengetikkan nomor unik rekam medis pasien di kolom pencarian, lalu seluruh data yang bertahun-tahun lalu juga dapat diakses di sistem.

6. Tidak ada kesalahan letak dokumen

Kesalahan letak suatu dokumen rekam medis apalagi yang sudah bertahun-tahun, akan mempersulit pencarian. Hal ini tentu menyulitkan jika dokumen rekam medis tersebut sangat dibutuhkan, kadang petugas akan membuat dokumen rekam medis baru sehingga muncul dokumen rekam medis ganda.

Baca Juga :  Fasyankes Wajib Terapkan Rekam Medis Elektronik

7. Keamanan dokumen rekam medis

Rekam medis berbasis elektronik dapat mendukung kerahasiaan dengan sistem yang mendukung, sehingga tidak sembarang orang dapat mengakses isi rekam medis.

Kehadiran rekam medis elektronik memberikan dampak besar bagi fasilitas pelayanan masyarakat, mulai dari operasional, bisnis dan pelayanan pasien. Implementasi rekam medis elektronik tidak hanya membantu mengoptimal pelayanan kesehatan di klinik, tapi juga memberi kemajuan bagi kesehatan di Indonesia.

Sumber:

  • Electronic Medical Records in Healthcare. 2022. United States Department of Health and Human Services
  • Fasyankes Wajib Terapkan Rekam Medis Elektronik. 2022. Sehat Negeriku
  • Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 Tentang Rekam Medis
Artikel anda ingin di muat di dailyhospital.id? Silahkan Register disini atau hubungi : halo@medicaltourism.id  untuk kerjasama & partnership

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *