Siapa Saja Orang yang Rentan Mengalami Varises? Simak Penjelasan Menurut verisesindonesia.com

 Varises adalah pembengkakan dan pelebaran pembuluh darah vena yang biasanya terjadi di kaki. Kondisi tersebut bisa dialami oleh hampir semua orang dewasa, tapi ada orang-orang tertentu yang rentan mengalami varises.

Varises adalah kondisi yang umum terjadi. Lebih dari 23 persen dari semua orang dewasa mengalami varises, dan sekitar 1 dari 4 orang dewasa di Amerika Serikat memiliki kondisi tersebut. Bagi banyak orang, varises mungkin hanya memengaruhi penampilan mereka. Namun, varises bisa menyebabkan rasa nyeri dan bisa menyebabkan masalah yang lebih serius.

Penyebab Varises

Varises terjadi akibat melemahnya atau rusaknya katup vena. Pembuluh vena berfungsi untuk mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung. Untuk mengembalikan darah ke jantung, pembuluh darah di kaki harus bekerja melawan gravitasi.

Di dalam pembuluh vena, ada katup kecil yang berfungsi sebagai pintu satu arah, agar darah yang sudah melewatinya, tidak dapat kembali lagi. Namun, melemahnya atau rusaknya katup tersebut menyebabkan terjadinya arus balik darah dan penumpukan darah di dalam pembuluh vena. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan pembuluh tersebut membengkak dan melebar.

Orang-orang yang Berisiko Terkena Varises

Para ahli masih belum tahu pasti mengapa dinding pembuluh darah meregang atau mengapa katup pembuluh vena bisa rusak atau melemah. Pada banyak kasus, kondisi ini terjadi tanpa alasan yang jelas.

Namun, beberapa kelompok orang diketahui lebih rentan untuk terkena varises, antara lain:

  • Orangtua
Baca Juga :  Inilah Beberapa Mitos Seputar Depresi Yang Perlu Kamu Ketahui

Risiko varises meningkat seiring bertambahnya usia. Penuaan menyebabkan keausan pada katup di pembuluh darah yang membantu mengatur aliran darah. Akhirnya, keausan itu menyebabkan katup melemah, sehingga darah dapat mengalir kembali ke tempat pembuluh darah berkumpul, bukannya mengalir ke jantung. Itulah mengapa orang yang berusia 50 tahun ke atas rentan mengalami varises.

  • Wanita

Wanita lebih berisiko mengalami varises, karena perubahan hormonal selama kehamilan, pramenstruasi atau menopause merupakan faktor penyebab varises. Hal ini karena hormon wanita cenderung mengendurkan dinding vena.

  • Wanita Hamil

Selain perubahan hormon, varises yang sering dialami oleh banyak wanita hamil juga disebabkan karena volume darah dalam tubuh meningkat selama kehamilan. Perubahan ini bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan janin, namun juga bisa menyebabkan efek samping, yaitu pembuluh darah yang membesar di kaki.

  • Orang yang Memiliki Riwayat Keluarga dengan Varises

Bila ada anggota keluarga yang mengalami varises, kemungkinan besar kamu juga akan mengalami kondisi tersebut.

  • Orang yang Obesitas

Seseorang yang mengalami obesitas atau memiliki kelebihan berat badan dapat memberi tekanan tambahan pada pembuluh darah kamu.

  • Orang dengan Pekerjaan Tertentu

Orang yang pekerjaannya mengharuskan ia untuk berdiri dalam waktu lama juga lebih rentan mengalami varises.

Cara Mencegah Varises

Bila kamu termasuk orang yang rentan mengalami varises, kamu dianjurkan untuk menghindari faktor risiko yang bisa dihindari serta meningkatkan aliran darah. Berikut ini cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah varises:

  • Berolahraga secara rutin.
  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Konsumsi makanan yang tinggi serat dan rendah garam.
  • Hindari mengenakan sepatu hak tinggi dan kaus kaki ketat.
  • Hindari berdiri terlalu lama.
  • Jangan duduk dengan menyilangkan kaki.
  • Duduk atau tidur dengan kaki sedikit diangkat di atas bantal.
Baca Juga :  Vascular Indonesia di Peduli Lindungi

Metode Perawatan dengan Varises Indonesia

varisesindonesia.com adalah sumber informasi yang mungkin memberikan panduan tentang penanganan varises, termasuk metode medis yang tersedia, kita dapat mengaitkan beberapa metode medis yang umum digunakan untuk mengatasi varises dengan informasi yang mungkin ada di situs tersebut:

1. Skleroterapi

Metode pengobatan skleroterapi Pasien varises

Skleroterapi adalah prosedur yang umum dilakukan untuk mengatasi varises. Ini melibatkan penyuntikan larutan khusus ke dalam vena yang terkena untuk menyebabkan pengerasan dan hilangnya vena tersebut. Informasi tentang prosedur skleroterapi, seperti bagaimana itu dilakukan, berapa lama prosedurnya, dan apa yang diharapkan selama pemulihan, mungkin tersedia di varisesindonesia.com.

2. Ablasi Endovenous

Ablasi endovenous adalah prosedur yang menggunakan energi panas seperti laser atau radiofrekuensi untuk menutup vena yang terkena. Situs tersebut kemungkinan akan menjelaskan lebih lanjut tentang bagaimana prosedur ini dilakukan, serta manfaat dan risiko yang terkait.

3. Terapi Laser atau Cahaya

Terapi Laser atau Cahaya

Metode ini juga dapat disebutkan di varisesindonesia.com. Terapi laser atau cahaya intens digunakan untuk menyebabkan penutupan dan hilangnya vena yang terkena varises. Informasi tentang prosedur ini, termasuk tingkat keberhasilannya dan efek samping yang mungkin terjadi, akan membantu individu memahami pilihan perawatan mereka.

4. Pembedahan

Meskipun jarang dilakukan karena adanya metode non-invasif yang lebih modern, pembedahan mungkin diperlukan dalam kasus-kasus yang lebih parah dari varises. Situs tersebut mungkin memberikan informasi tentang prosedur pembedahan, risiko yang terkait, dan pemulihan setelah operasi.

Baca Juga :  Berikut adalah Cara Mengatasi Mata Panda Secara Alami di Rumah

5. Perawatan Pasca-Tindakan

Selain itu, varisesindonesia.com mungkin juga memberikan informasi tentang perawatan pasca-tindakan, termasuk perawatan luka, penggunaan kaus kaki kompresi, dan instruksi lainnya untuk memastikan pemulihan yang optimal setelah prosedur medis.

Dengan demikian, mengaitkan informasi tentang cara penanganan varises dan metode medis yang mungkin tersedia di varisesindonesia.com akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif bagi individu yang mencari informasi tentang kondisi tersebut. Ini juga akan membantu mereka membuat keputusan yang lebih baik tentang perawatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

informasi lebih lanjut :

Klinik Vaskular RS Universitas Airlangga, Surabaya, East Java, Indonesia
Jl. Dharmahusada Permai, Mulyorejo, Kec. Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur 60115

Telepon : +62-81332355540

Instagram : https://www.instagram.com/varisesindonesia/

Website : https://varisesindonesia.com

Artikel anda ingin di muat di dailyhospital.id? Silahkan Register disini atau hubungi : halo@medicaltourism.id  untuk kerjasama & partnership

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *